Menu

Tips Dan Trik Cara Menyapih Untuk Anak

Pemberian asi pada anak merupakan kebanggaan tersendiri dari seorang ibu. Karena dengan pemberian asi eksklusif terhadap anaknya, dapat terpenuhi dengan baik kebutuhan nutrisinya untuk sang buah hati, selain itu juga pemberian asi juga bisa membangun suatu kedekatan emosi positif terhadap ibu dengan anak. Akan tetapi hal ini tidak baik untuk di lakukan ketika anak sudah mulai membesar, tentunya sang ibu harus sadar kapan masa-masa menyusui anak harus di hentikan atau yang biasa kita sebut dengan di sapih. Walaupun dari banyaknya kasus, sang ibu yang sangat sulit sekali untuk menyapih anaknya dan sudah mencobanya beberapa kali tetap saja gagal dan tidak berhasil. Jangan khawatir, karena waktu berhentinya menyusui pada anak memiliki waktu yang berbeda – beda. Namun alangkah baiknya jika ibu dapat berusaha terlebih dahulu dengan menggunakan cara – cara yang aman dan juga efektif, membuat anak tetap sehat dengan nutrisi yang terpenuhi, dan yang terpenting tidak adanya trauma secara psikis pada anak. Selain itu, di harapkan bagi sang ibu juga akan terlepas dari masalah-masalah seperti payudara yang bengkak ataupun rasa sakitnya ketika asi yang tidak di keluarkan. Berikut adalah tips dan trik cara menyapih untuk anak, simak ulasannya.

Hal yang pertama tentukan terlebih dahulu waktu yang tepat untuk menyapih, supaya buah hati anda dapat menerima proses ini dengan secara alami. Memang setiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dapat menerima keadaan bahwa anak tersebut tidak perlu di berikan asi oleh ibunya, karna pada dasarnya, pemberian asi eksklusif di haruskan pada usia anak selama 6 bulan pertama, dan setelahnya anak sudah bisa di berikan makanan tambahan atau yang sering disebut dengan mpasi, yaitu makan pendamping asi sampai anak tersebut berusia 2 tahun. Maka dari itu waktu terbaik untuk menyapih adalah ketika anak berusia 1 sampai 2 tahun, dan hal terpenting adalah ibu dan anak sama-sama saling siap fisik maupun mentalnya.

Agar proses penyapihan dapat berjalan dengan baik, sang ibu harus mengetahui dan mengenali tanda-tanda alami yang ditunjukan oleh anak yang mau disapih. Seperti halnya ketika anak sedang menyusui, namun anak tersebut tetap saja memperhatikan sekitar, meminta turun dari pangkuan ataupun terus memainkan pakaian anda. Selain itu sang anak yang meminta asi kemudian dengan cepat dilepaskan lagi, tetap rewel ketika sudah diberikan asi, anak tersebut sudah tidak puas atau menolak diberikan asi, dan ketika sang anak lebih tertarik meminum dari cangkir atau botol.

Untuk ibu, cocalah dengan bertahap untuk mengurangi frekuensi menyusui juga mengurangi lamanya waktu pada saat memberikan asi, terutama pada siang hari. Hal ini dilakukan agar asi tidak diberhentikan secara tiba-tiba yang akan membuat pembengkakan dan mengalami sakit pada payudara ibu. Untuk ibu, mulailah belajar untuk membuat mpasi yang menarik sehingga mengalihkan perhatian sang anak dari asi ibu, dan usahakan anak selalu kenyang. Kemudian berilah susu formula atau susu pertumbuhan anak sebagai pengganti dari asi dengan dot atau botol namun setelahnya ajarkan meminum menggunakan cangkir ataupun gelas. Sang ibu harus tetap memberi pengertian secara langsung pada anak dan perhatian juga kasih sayang, agar anak tetap merasa dirinya disayangi walaupun tidak diberikan asi secara langsung. sekian dari artikel ini semoga dapat membantu dan juga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.